Posted on juni 28, 2014
by jhon dumupa
Surat Kerinduanku Kepada-mu Tuhan (Nasrycipta.blogspot.com)
Minggu,28/8/2014 – Berhari-hari,Berminggu-minggu hingga berbulan-bulan aku
jauh dari rumahmu bapak.1 hari dalam seminggu yang engkau berikan kepadaku
untuk datang ke rumahmu,memuji dan memuliakanmu tak pernah aku laksanakan lagi
bapakku. Namun hari ini aku datang ke rumah mu bapaku dengan hati penuh
kerinduan akan kasihmu bapa yang di surga.betapa damai hatiku berada di rumah
mu bapa,tak ingin lagi aku keluar dari pintu rumahmu.
Berlutut,menangis di rumahmu
bapakku. Aku memohon Ampun atas segala dosa-dosa yang aku perbuat bapaku,baik
sengaja maupun tidak sengaja.Karena aku tahu bapa, kasih mu tiada bertepi
kepada hambamu ini. Memanggil Engkau Bapa adalah anugerahku yang terbesar.
Sungguh besar kasih dan kuasa-Mu,
Bapa, didalam hidupku. Sepanjang hidupku aku ingin terus mengenal diri-Mu,
memuji-Mu, dan memuliakan-Mu.
Terpujilah Engkau, Bapa!
Terpujilah Engkau, Yesus!
Terpujilah Engkau, Roh Kudus!
Amin.
Bapa, Hari ini aku bersukacita
sekali dapat lebih mengenal dirimu, walaupun aku tahu aku tidak dapat dan tidak
mampu mengenal-Mu sepenuhnya, karena keterbatasanku sebagai manusia, yang
adalah ciptaan-Mu.
Bapaku yang di Sorga, hari ini aku
memutuskan untuk menulis sebuah surat pada-Mu. Aku tahu sesungguhnya jarakku
dengan Engkau hanya sebatas doa. Melalui doa aku bisa menyampaikan hal apapun
kepada-Mu. Tapi kali ini aku rindu untuk melakukannya melalui tulisan, dan aku
percaya tulisanku ini tetap sampai pada alamat-Mu.
Kau tahu, Bapa, bagaimana perasaanku
saat menulis surat ini untuk-Mu? Aku merasakan kesukacitaan didalamnya.
Bapa,Engkaumengangkatku sebagai anak-Mu, yang Kau pandang berharga dan mulia.
Kau bahkan jadikanku biji mata-Mu. Betapa bahagianya aku, Bapa.
Bapa yang baik, Engkau Bapa yang
tidak pernah meninggalkanku, yang setia menjaga dan memeliharaku, melindungiku
dan memperhatikanku. Bapa, oleh karena kasih-Mu, aku dapat belajar lebih
menghargai orang lain. Aku menjadi lebih tahu membangun hubungan dengan
orang-orang disekelilingku, mulai dari keluargaku, teman-temanku, dan
masyarakat. Hal indah ini tidak mungkin dapat kualami jika aku belum mengenal
kasih-Mu, Bapa
Sukacita yang meluap, Bapa. Oh..Aku
ingin sekali kembali merasakannya. Memang sekarang aku tetap memiliki kedamaian
dan sukacita itu ditengah-tengah persoalan dan masalah. Namun sukacita sewaktu
aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat melebihi sukacitaku yang sekarang.
Sungguh tiada terkatakan dasyatnya.
Apa yang ditulis dalam firman-Mu
Matius 13: 45-46 “ Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang
pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang
sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara
itu.”. Dan Yesus melebihi mutiara itu. Sungguh aku tidak dapat membayangkan
bagaimana hidup di Sorga nanti bersama-sama dengan Yesus Kristus. Itu pasti
melebihi dengan apa yang pernah kurasakan.
Bapa, aku sedang merenungkan betapa
berbedanya kerajaan dunia dengan Kerajaan Sorga. Di dunia ini banyak masalah
dan persoalan hidup, pencobaan-pencobaan terus silih berganti. Sampai terkadang
rasanya ingin menyerah saja, Bapa. Betapa sengsaranya hidup didunia ini.
Kemiskinan dan kelaparan terjadi
dimana-mana,bahkan alam pun ikut bereaksi. Ketakutan, kekhawatiran,
kebimbangan, ketidakpastian melanda setiap insan duniawi. Ada tangisan,
jeritan, keluhan setiap hari bahkan setiap waktu. Entah kapan semua ini
berakhir. Tapi ada satu hal bagiku, pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus
kedua kalinya diatas awan-awan. Itulah merupakan penghiburan buat kami.
Segeralah datang , Tuhan Yesus.
Tidak lupa juga Bapa, aku mau
mengucap syukur kepada Roh Kudus atas penghiburan dan kekuatan yang telah Ia
berikan kepada diriku selama hidup didunia ini dengan segala
pencobaan-pencobaan yang ada. Andai bukan karena Roh Kudus, entah apa
yang terjadi pada diriku ini. Aku pasti mengalami keputusasaan atas pengharapan
dan jalan buntu dalam persoalan. Oleh karena Roh Kudus lah aku diberi kekuatan,
pengharapan sekaligus penghiburan. Terima kasih Roh Kudus. Biarlah Engkau terus
mau berdiam dihatiku, karena diriku adalah bait Allah yang hidup. Aku akan
menjaga kekudusan sehingga Engkau pun betah tinggal didalam hatiku. Beri aku
kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya, Roh Kudus.
Bapa, didalam surat ini aku juga
ingin menuliskan beberapa hal, misalnya mengenai impianku. Aku ingin menjadi
seorang penulis yang sukses, Bapa. Seorang penulis yang mampu menghasilkan
karya tulisan yang dapat menjadi inspirasi bagi diriku dan orang lain. Bapa,
Engkau tahu kerinduan ku ini sudah sejak lama. Aku senang menulis. Aku
tidak tahu apakah menulis itu merupakan suatu karunia atau proses belajar. Tapi
aku yakin untuk menjadi sesuatu haruslah melalui langkah pertama yaitu mencoba.
Biarlah proses itu menjadi bagian dalam menuju suatu karunia. Bukankah begitu,
Bapa?
Satu hal lagi, Bapa. Aku rindu
seluruh anggota keluargaku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Karena aku percaya keselamatan hanya ada pada Yesus Kristus. Aku rindu, Bapa,
mereka juga diselamatkan dari hukuman kekal. Biarlah mereka memperolah kasih
karunia-Mu, sehingga mereka diselamatkan dan menjadi anak-anak Allah. Aku akan
terus mendoakan mereka, Bapa. Aku rindu kami sekeluarga besar tinggal bersama
Yesus Kristus disurga dan hidup kekal. Itulah kerinduanku, Bapa. Satu orang
diselamatkan, seisi keluarga akan diselamatkan. Satu orang diselamatkan, seisi
Surga bersorak-sorai! Dan kiranya Engkau, Bapa, mau mendengarkan dan menjawab
doaku ini.
Bapa, akhir kata aku mau mengucap
syukur atas segala hal yang Kau berikan padaku. Keluargaku, teman-temanku,
pelayananku, pekerjaanku, orang-orang yang mengasihiku, hidupku, terima kasih,
Bapa. Terima kasih Tuhan Yesus, atas pengorbanan-Mu diatas kayu salib. Kau
layakkan kami untuk menjadi anak-anak Allah. Terima kasih Roh Kudus, atas
penghiburan-Mu. Satu ayat penutup surat ini adalah Matius 13: 16 “ Tetapi
berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. “ Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar